Cari HP logo
Brand
Cetak Artikel
Nokia 6210 Navigator, Slider Berkemampuan GPS
Nokia 6210 navigator. Disebut demikian karena ponsel ini memiliki teknologi GPS yang dipadukan dengan Nokia Maps 2.0. Dari segi desain, 6210 Navigator lebih pantas disebut sebagai 6220 versi slider. Tetapi, ponsel ini diciptakan untuk meneruskan tradisi ponsel navigator Nokia terdahulu, 6110 Navigator.

Desain
Dalam paket penjualannya, pengguna akan mendapatkan paket standar seperti charger, kabel data, CD, dan buku panduan. Umumnya, GPS navigator terdapat pada mobil. Jika ponsel ini memang didesain sekaligus untuk itu, seharusnya Nokia juga menyertakan car holder agar pengguna bisa memanfaatkan fungsi GPS sambil berkendara.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, 6210 Navigator sangat mirip dengan 6220 classic, mulai dari backlit berwarna biru, lis berwarna perak pada sisi ponsel, dan keseluruhan bentuknya. Hanya dari form factor saja yang membedakan kedua ponsel ini. Mekanisme sliding ponsel ini tidak mengecewakan, bergerak mulus dan tidak terasa ada regangan antara bagian atas dan bawah ponsel. Port microUSB dan microSD terletak di sisi kiri, tertutup oleh cover. Tombol volume dan shutter kamera berada di sisi kanan dan port charger dan jack 2.5 mm berada di atas. Karena tidak ada tombol power, pengguna harus menekan tombol accept call agak lama untuk menyalakan dan mematikan ponsel. Bagian belakang ponsel ini simpel dan elegan. Di sebelah LED flash terdapat laber yang memberitahu resolusi pixel kamera, yitu 3.2 MP.

Fitur
Sama seperti 5320 Xpress Music, 6210 Navigator adalah sebuah smartphone dengan prosesor ARM11 369 MHz dengan sistem operasi Symbian 9.3 Series 60 Feature Pack 2. Seperti pada ponsel FP 2 Nokia yang lain, terdapat fitur basic dari QuickOffice (read only mode) plus Adobe PDF reader, zip, dan active notes. Untuk dictionary, pengguna bisa mendownload bahasa lain selain Inggris. Memori internal yang disediakan 110 MB, pengguna bisa menyimpan apa saja, mulai dari gambar, suara, pesan, aplikasi, dan sebagainya. Ada tiga games standar yang bisa dimainkan pengguna. Salah satunya adalah Jelly Chase yang menggunakan fitur motion sensor untuk menggendalikan karakter utamanya yang merupakan seekor ikan.

Ada sedikit masalah dengan kamera ponsel ini, proses menyimpan gambar yang sedikit lambat dan kualitas gambarnya yang kurang bagus untuk kamera dengan resolusi 3.2 MP. Gambar agak terdistorsi dan terlihat berkabut. Fitur media playernya sama seperti yang dimiliki ponsel dengan sistem operasi Symbian lainnya. Untuk mendengarkan musik, pengguna hanya bisa mengandalkan headset yang disediakan yang kualitasnya biasa saja. Jika ingin mendengarkan kualitas suara yang lebih baik, pengguna bisa menggunakan headset Bluetooth, atau jack converter agar bisa menggunakan headphone konvensional.

Di bawah tombol navigasi, terdapat tombol shortcut GPS yang berbentuk penunjuk mata angin. Menekan tombol ini akan membuka Nokia Maps 2.0. Piranti lunak yang berdasarkan aplikasi Navteq maps ini semakin bagus pada setiap versi terbarunya. Aplikasi ini lebih cocok untuk pejalan kaki ketimbang pengguna mobil. Alasan pertama adalah karena ukuran layarnya yang kecil. Ponsel ini menangkap sinyal GPS dengan sangat cepat tanpa masalah dan selalu terkoneksi setelah diaktifkan. Selain mode normal, aplikasi ini bisa berjalan di mode landscape. GPS pada ponsel ini adalah kelas assisted GPS atau A-GPS, sehingga pengguna bisa mendapatkan panduan jalan turn-by-turn lengkap dengan suara pemandunya.


Koneksi data ponsel ini hampir lengkap. Diantara GPRS, EDGE, UMTS, dan HSDPA, pengguna tidak akan menemukan WiFi. Untuk koneksi ke PC, bisa menggunakan dua cara, yaitu dengan Bluetooth atau microUSB. Dengan microUSB, tanpa perlu menggunakan PC Suite, PC akan mengenali ponsel ini sebagai mass storage device. Daya tahan baterai ponsel ini sangat kurang, terutama jika menggunakan GPS yang sangat menyedot energi. Tanpa menggunakan GPS pun, ponsel ini hanya mampu bertahan selama satu setengah hari. Pengguna harus selalu membawa charger jika Ia ingin memanfaatkan ponsel ini dengan maksimal.

Apa yang Kurang
Layar kurang besar untuk sebuah alat GPS, daya tahan baterai kurang, kamera tidak maksimal, tidak ada WiFi.

Kesimpulan
Sebagai ponsel navigator, 6210 menjadi mainan yang menarik dimana pengguna bisa menuju ke tempat favorit mereka dengan dipandu oleh A-GPS plus memotret gambar degan geo-tag. Tapi untuk diimplementasikan ke dalam kendaraan, sepertinya ponsel ini masih belum mampu, terutama karena ukuran layarnya yang kecil. Nokia sendiri tidak menyediakan alat tambahan untuk kelengkapan mobil, jadi 6120 terbatas digunakan untuk pejalan kaki saja. Ponsel ini dibanderol dengan harga USD 442 atau sekitar 4 juta rupiah ini (Maret, CNET Asia). (bbl - Phone Arsenal)

Add this article:               
Index Artikel